BEGINI JAWABAN SCHRODER INVESTMENT TERHADAP JENIS MATA UANG RUPIAH

BEGINI JAWABAN SCHRODER INVESTMENT TERHADAP JENIS MATA UANG RUPIAH

https://beritasarana88.blogspot.com/2018/07/begini-jawaban-schroder-investment.html

PT Schroder Inestment Management Indonesia menyatakan bahwa saat ini Investor ataupun Pelaku Pasar Asing sedang berminat untuk menunggu Nilai Tukar Rupiah kembali Stabil (Normal). Penyesuaian terhadap Suku Bungan Acuan Bank Indonesia (BI) sangat diharapkan dapat membuat hal tersebut menjadi terlaksanakan.


"Saat ini memang para Pasar Asing sedang menunggu kepastikan apakah Nilai Tukar Rupiah kita confident atau tidak ya," ujar Executive Vice President Intermediary Business Perseroan yakni Renny Raharja saat di Jakarta , Kamis 5 Juli 2018.

Renny juga menyatakan bahwa Kenaikan Suku Bunga yang dilakukan oleh Pihak BI dapat dibilang sebuah Usaha dalam menjaga Stabilitas terhadap Nilai Tukar Jadi Kenaikan Suku Bungan yang dilakukan Pihak BI bukanlah sebuah Penguatan terhadap Mata Uang Rupiah.

"Pressure dari Kondisi Ekonomi Global di Luar Negeri membuat Rupiah menjadi Sulit untuk menguat. Sehingga Pihak BI tetap mengusahakan agar Mata Uang Rupiah dapat selalu stabil bukan menjadi lebih menguat," ujar Renny.

Renny menyatakan bahwa India dan Filipina merupakan sebuah Negara yang paling terpuruk drastis untuk penyebab kenaikan Suku Bunga Acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) terhadap Nilai Tukar Negara tersebut. 

Meskipun begitu , Daftar Harga Saham Gabungan di India (IHSG) masih memperlihatkan pergerakan yang positif.

"Indonesia memang berada di atas Filipina dan India. Nilai Tukar kita telah menurun hingga 5.71 persen , sedangkan untuk Filipina telah menurun hingga 6.74 persen dan India sebesar 7.15 persen," ujar Renny menjelaskan.

Adapun kecepatan IHSG India Year - To - Date (YTD) Positif 3.74 persen , Kemudian JCI dan LQ 45 Indinesia turun hingga 11.40 persen dan 17.92 persen.

"Jadi sebenarnya , Pada Tahun 2013 dan 2015 , Indonesia juga pernah mengalami Penurunan terhadap   Nilai Tukar ini , Namun yang membuat Tahun ini menjadi lebih berbeda yaitu Karena Indonesia mengikuti Harga Minyak Dunia yang terbilang cukup tinggi," ujarnya menjelaskan.

Post a Comment for "BEGINI JAWABAN SCHRODER INVESTMENT TERHADAP JENIS MATA UANG RUPIAH"